Assalamu'alaikum | Members area : Register | Sign in
About me | SiteMap | Arsip | Terms of Use | Dcma Disclaimer

Alamat Ponpes :

PonPes As Sunnah
Dusun Jeding - Junrejo - Batu
Jawa Timur

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim. [HR. Ibnu Majah, No: 224]

Situs Ulama

Situs Ulama

Site Map - Daftar Isi Blog

Pengunjung

Diberdayakan oleh Blogger.

Arsip Blog

  • Keutamaan Sholat Berjamaah Yang Rumahnya Jauh Dari Masjid
  • Akankah Kita Hanya Diam Dalam Duka.
  • Kumpulan Streaming Radio Online Ahlus Sunnah Wal Jamaah Di Indonesia.
  • Pembangunan Asrama Putra.
  • Pembangunan Mahad dan Asrama Putra

Menaati Allah Tidak Hanya Di Bulan Ramadhan!!

Rabu, 05 Juni 2019

💥⚠🌅🌕 MENAATI ALLAH TIDAK HANYA DI BULAN RAMADHAN!!

✍🏻 Asy-Syaikh Dr. Khalid azh-Zhafiry hafizhahullah berkata:

‏من أوائل الاختبارات للثبات على الطاعات بعد رمضان:
هل حافظت على صلاة الفجر جماعة يوم العيد وبعده؟
ما حالك مع بقية الصلوات في المسجد؟
هل صليت الوتر أول أيام العيد؟
هل فتحت المصحف؟

"Diantara ujian pertama untuk kokoh dalam ketaatan setelah Ramadhan adalah:

• Apakah Anda tetap menjaga shalat shubuh berjamaah pada hari Idul Fitri dan setelahnya?
• Bagaimana keadaan Anda bersama shalat-shalat yang lain di masjid?
• Apakah Anda mengerjakan shalat witir di awal hari-hari Idul Fitri?
• Apakah Anda telah membuka mushaf al-Qur'an?

أسئلة لا يعرف جوابها تماما إلا أنت!

Ini adalah pertanyaan-pertanyaan yang tidak mengetahui jawabannya secara sempurna selain Anda!

فراجع نفسك وحاسبها قبل أن تحاسب!

Maka hendaklah Anda introspeksi diri dan menghisabnya sebelum Anda dihisab!

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

"Dan sembahlah Rabbmu hingga ajal menjemputmu." (QS. Al-Hijr: 99)

🌍 Sumber || https://twitter.com/almadani_k/status/1008247735114436608?s=19

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Apakah Puasa Syawal Harus Dikerjakan Langsung Setelah Bulan Ramadhan Selepas 'Ied?

Selasa, 04 Juni 2019

🌺🌅🌔✋🏻 APAKAH PUASA SYAWAL HARUS DIKERJAKAN LANGSUNG SETELAH BULAN RAMADHAN SELEPAS ‘IED?

● Pertanyaan keempat dari fatwa no 3475

📪 Pertanyaan:

هل صيام الأيام الستة تلزم بعد شهر رمضان عقب يوم العيد مباشرة أو يجوز بعد العيد بعدة أيام  متتالية  في شهر شوال أو لا؟

Apakah puasa enam hari (syawal) itu harus dikerjakan setelah ramadan setelah iedul fitri secara langsung atau boleh beberapa hari setelah ied, berurutan di bulan syawal atau tidak?

🔓 Jawaban:

لا يلزمه أن يصومها بعد عيد الفطر مباشرة، بل يجوز أن  يبدأ صومها بعد العيد بيوم أو أيام، وأن يصومها متتالية أو متفرقة في شهر شوال حسب ما يتيسر له، والأمر في ذلك واسع، وليست فريضة بل هي سنة

Tidak harus berpuasanya setelah iedul fitri secara langsung, bahkan boleh baginya berpuasa (syawal ) satu hari atau beberapa hari setelah ied. Dan boleh baginya berpuasa nya secara berturut-turut ataupun secara terpisah-pisah di bulan syawal sesuai dengan apa yang mudah baginya, perkara ini ada kelapangan. Dan hukumnya sunnah tidak wajib.

وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.

Hanya Allahlah tempat memohon taufik. Semoga shalawat dan salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad , keluarga beliau dan sahabat beliau.

[Fatawa Al-Lajnah Ad-Daa’imah]

📚 Sumber || http://bit.ly/2rPOmdF

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Meneladani Nabi Dalam Beriedul Fitri (Bagian 4)

🌅🌺✅🌔 MENELADANI NABI DALAM BERIEDUL FITRI (Bagian 4)

✍🏼 Ditulis Oleh: Al-Ustadz Qamar Su'aidy. Lc

▪ Makan Sebelum Berangkat Shalat Id

Dari Anas bin Malik ia berkata: Adalah Rasulullah tidak keluar di hari fitri sebelum beliau makan beberapa kurma. Murajja‘ bin Raja‘ berkata: Abdullah berkata kepadaku, ia mengatakan bahwa Anas berkata kepada-nya: “Nabi memakannya dalam jumlah ganjil.”
(Shahih, HR Al-Bukhari Kitab Al-’Idain Bab Al-Akl Yaumal ‘Idain Qablal Khuruj)
Ibnu Rajab berkata: “Mayoritas ulama menganggap sunnah untuk makan pada Idul Fitri sebelum keluar menuju tempat Shalat Id, di antara mereka ‘Ali dan Ibnu ‘Abbas.”

Di antara hikmah dalam aturan syariat ini, yang disebutkan oleh para ulama adalah:
● a. Menyelisihi Ahlul kitab, yang tidak mau makan pada hari raya mereka sampai mereka pulang.

 ● b. Untuk menampakkan perbedaan dengan Ramadhan.

● c. Karena sunnahnya Shalat Idul Fitri lebih siang (dibanding Idul Adha) sehingga makan sebelum shalat lebih menenangkan jiwa. Berbeda dengan Shalat Idul Adha, yang sunnah adalah segera dilaksanakan.
(lihat Fathul Bari karya Ibnu Rajab, 6/89)

▪ Bertakbir Ketika Keluar Menuju Tempat Shalat

“Adalah Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam keluar di Hari Raya Idul Fitri lalu beliau bertakbir sampai datang ke tempat shalat dan sampai selesai shalat. Apabila telah selesai shalat beliau memutus takbir.”
(Shahih, Mursal Az-Zuhri, diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dan dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dengan syawahidnya dalam Ash-Shahihah no. 171)

Asy-Syaikh Al-Albani berkata: “Dalam hadits ini ada dalil disyariatkannya apa yang diamalkan kaum muslimin yaitu bertakbir dengan keras selama perjalanan menuju tempat shalat walaupun banyak di antara mereka mulai menggampangkan sunnah (ajaran) ini, sehingga hampir-hampir menjadi sekedar berita (apa yang dulu terjadi). Hal itu karena lemahnya mental keagamaan mereka dan karena rasa malu untuk me-nampilkan sunnah serta terang-terangan dengannya. Dan dalam kesempatan ini, amat baik untuk kita ingatkan bahwa me-ngeraskan takbir di sini tidak disyariatkan padanya berpadu dalam satu suara seba-gaimana dilakukan sebagian manusia.”
(Ash-Shahihah: 1 bagian 1 hal. 331)

▪ Lafadz Takbir

Tentang hal ini tidak terdapat riwayat yang shahih dari Nabi shalallahu ''alaihi wasallam –wallahu a’lam–. Yang ada adalah dari shahabat, dan itu ada beberapa lafadz.

Asy-Syaikh Al-Albani berkata: Telah shahih mengucapkan 2 kali takbir dari shahabat Ibnu Mas’ud: Bahwa beliau bertakbir di hari-hari tasyriq:
(HR. Ibnu Abi Syaibah, 2/2/2 dan sanadnya shahih)

Namun Ibnu Abi Syaibah menyebutkan juga di tempat yang lain dengan sanad yang sama dengan takbir tiga kali. Demikian pula diriwayatkan Al-Baihaqi (3/315) dan Yahya bin Sa’id dari Al-Hakam dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dengan tiga kali takbir. Dalam salah satu riwayat Ibnu ‘Abbas disebutkan: (Lihat Irwa`ul Ghalil, 3/125)

Bersambung Ke bagian 5

📚 Sumber || Majalah Asy Syariah || http://asysyariah.com

⚪ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

Ta'awwun Pembangunan Asrama Putra Ponpes as Sunnah Junrejo Batu

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول لله وعلى آله وصحبه اجمعين. أما بعد

Dengan berjalan nya waktu, alhamdulilah jumlah santri semakin bertambah banyak dan dengan ini menuntut kita dari panitia untuk menambah sarana dan prasarana bagi santri terutama Asrama ( untuk tempat tinggal mereka ).

Oleh karena itu kami menghimbau segenap kaum muslimin untuk ikut berdo'a dan berta'awun dalam program Pembangunan Asrama Putra Tahap 1 dari 6 Tahap yang direncanakan insyaallah.

Adapun kebutuhan anggaran tahap awal untuk pembangunan Tahap 1 Kurang Lebih sebesar Rp. 406.000.000,-

Dan juga kami mengajak kaum muslimin untuk berlomba-lomba bershadaqah jariyah dengan mengharap ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Bagi yang ingin bershadaqah jariyah dalam bentuk uang bisa ditransfer melalui:

Rekening Ta'awun Pembangunan Ponpes As-Sunnah Junrejo Batu

BCA: 8160790912
MANDIRI: 144-00-1271599-8
a/n A. Ruzano Sjofka

Dan dimohon konfirmasi setelah ada pengiriman ke Abu Abdillah Fauzan :081252258108

Bagi yang ingin bershodaqoh jariyah berupa Uang Tunai atau Material Bangunan serta RAB secara detail bisa langsung menghubungi panitia:
Abu Ammar Lutfi Bajuber 081233240961
Abu Abdillah Fauzan 081252258108
Abu Mush'ab Faishol 081334415668

Atas do'a dan ta'awun antum semua kami ucapkan Jazaakumullahu khairan wa Baarakallahu fiikum

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mengetahui :
Asatidzah Pembina Ponpes As-sunnah :
▪Al Ustadz Usamah bin Faisol Mahri
▪Al Ustadz Ahmad Khodim
▪Al Ustadz Abdusamad Bawazir

Panitia Pembangunan Ponpes As-sunnah Junrejo Batu