هذه القواعد ـ عباد الله ـ نأخذها من كتاب الله ومن سنة رسول الله صلى الله عليه وسلم ، ومن هدي الشيوخ الكبار. الذين كانوا يعلمون الناس ـ ليس فقط بقولهم وإنما يعلمون الناس بهديهم ، بسمتهم.
Kaedah-kaedah semacam ini –wahai hamba-hamba Allah– kita ambil dari Kitabullah dan dari Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi was sallam, serta dari bimbingan Masayikh Kibar yang mereka mengajari manusia tidak hanya dengan ucapan mereka saja, tetapi mereka mengajari manusia juga dengan akhlak dan kepribadian mereka.
وكما قال عبدالله بن المبارك رحمة الله عليه ـ وكان عبدالله يجلس أصحابه المجلس الواحد ،قد يطول يتذاكرون في مناقبه فينقضي المجلس من غير أن يتم إحصاؤها ، أعني مناقبه. وكان جوادا كريما مجاهدا سخيا زاهدا محدثا مفسرا عالما حافظا وما شئت ... رحمة الله عليه ،
Hal ini seperti yang dikatakan oleh Abdullah bin Al-Mubarak rahimahullah. Beliau jika para muridnya mengadakan sebuah majelis maka terkadang mereka menghabiskan waktu yang lama untuk saling mengingat keutamaan sifat-sifat beliau. Jadi sebuah majelis saja bisa berakhir tanpa bisa menyelesaikan untuk menyebutkan semua keutamaan beliau. Dan beliau adalah seorang yang terkenal dermawan, pemurah, seorang mujahid, suka memberi, zuhud, juga seorang muhaddits, ahli tafsir, dan seorang ulama yang banyak hafalannya, dan katakan apa yang engkau inginkan tentang beliau. Semoga Allah merahmati beliau.
ومع ذلك كان يقول : إذا رأيتُ الفضيل بن عياض جُدد لي الحزن وأبغضت نفسي.
Namun bersamaan dengan semua itu, beliau mengatakan:
“Jika aku melihat Al-Fudhail bin Iyadh, maka muncullah kesedihan yang baru dan aku jadi membenci diriku sendiri.”
يقول : إذا رأيتُ الفضيل ـ يعني إذا رأيت في وجهه ـ جُدد لي الحزن ـ يعني على نفسه ـ وأبغضت نفسي.
Beliau mengatakan: “Jika aku melihat Al-Fudhail bin Iyadh –maksudnya: jika saya melihat wajahnya– maka muncullah kesedihan yang baru –maksudnya pada diri beliau– dan aku jadi membenci diriku sendiri.”
Lalu beliau mengatakan:
وَمَنْ لَمْ يَنْفَعْكَ لَحْظُهُ فَلَنْ يَنْفَعَكَ لَفْظُهُ.
“Dan barangsiapa yang penampilannya tidak memberimu manfaat, maka ucapannya pun tidak akan memberimu manfaat.”
من لم ينفعك لحظُه ـ يعني إذا رأيته تذكرت الله وإخذت بالتي هي أقوم ـ إذا لم ينفعك لحظ اللاحظ فلن ينفعك لفظ اللافظ. ومن لم ينفعك لحظُه فلن ينفعك لفظه.
Barangsiapa yang penampilannya tidak memberimu manfaat, maksudnya: jika engkau melihatnya, seharusnya engkau menjadi teringat kepada Allah dan memperbaiki diri.
Jadi jika dengan memperhatikan penampilan seseorang tidak bisa memberimu manfaaat, maka ucapannya pun tidak akan memberimu manfaat.
فنسأل الله جلت قدرته أن يجعل هذا كله منا على بال ، وأن يجعله منا على ذُكر. وأن يَلُم شعث أمتنا وأن يجبر كسرها وأن يلم شعثها إنه على كل شيء قدير.
Maka kita memohon kepada Allah yang Maha Mulia Keagungan-Nya agar menjadikan ini semua sebagai sesuatu yang benar-benar kita perhatikan dengan serius dan menjadikan kita selalu mengingatnya, juga semoga Allah menyatukan tercerai berainya umat kita, menghilangkan penderitaan mereka, serta menghimpun mereka. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.
Yaa Allah, tuntunlah kami menuju keridhaan-Mu dan hadapkanlah hati kami kepada-Mu. Yaa Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang engkau beri hidayah, masukkan kami ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang Engkau berikan perhatian, bimbingan, dan pertolongan, dan lindungilah kami dan selamatkanlah kami dari keburukan yang Engkau tetapkan
وَصَلَّى اللهُ وَسَلَّمَ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ.
📚 Sumber || http://www.sahab.net/forums/index.php?showtopic=147847
🌏 Kunjungi || http://forumsalafy.net/jika-dengan-melihat-seseorang-tidak-bisa-memberimu-manfaat-maka-ucapannya-pun-tidak-akan-memberimu-manfaat/
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy
💎💎💎💎💎💎💎💎💎