✍๐ป Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah
๐ซ Pertanyaan:
ู ุง ุญูู ูุดูุฒ ุงูู ุฑุฃุฉ؟ ูุฅุฐุง ูู ูููุน ุงููุฌุฑ، ููู ุชُูุงุฑู؟
Apa hukum durhakanya seorang isteri? Dan jika pemboikotan sudah tidak lagi bermanfaat, apakah ia dicerai saja?
๐ Jawaban:
ูุดูุฒ ุงูู ุฑุฃุฉ ูู ุชุฑูุนูุง ุนูู ุฒูุฌูุง، ููู ู ู َูุดَุฒَ ุงูุฃุฑุถ ููู ุงูู ุฑุชูุน، ูุฅุฐุง ุงุฑุชูุนุช ุนููู ูู ุฃุฎูุงููุง، ูุฃุฏุงุจูุง ูุนุตุช ุฃูุงู ุฑู ููุฏ َูุดَุฒَุชْ، ูุฅุฐุง ู ูุนุช ุญููุง ุนููู ููุฐุง ูู ุงُููุดُูุฒ
Nusyuz (durhaka) seorang wanita adalah merasa tingginya dia di atas suaminya. Diambil dari kata َูุดَุฒَ ุงูุฃุฑุถ yang artinya tanah yang tinggi. Maka, jika ia merasa tinggi dari suaminya dalam akhlak dan adabnya, dan ia memaksiati perintah-perintah suaminya, maka sungguh dia telah melakukan nusyuz (durhaka). Jika ia tidak menunaikan hak suaminya atasnya, maka ini nusyuz.
َูุงููุงَّุชِู ุชَุฎَุงَُููู ُูุดُูุฒََُّูู َูุนِุธَُُّููู
"Dan wanita-wanita yang kalian kawatirkan sifat durhakanya, maka nasihatilah mereka." (QS. An-Nisaa: 34)
ูุฐุง ุฃูู ุดุฆ ูุนุงูุฌ ุจุงูู ูุนุธุฉ
Ini adalah perkara pertama, diobati dengan nasihat.
َูุงْูุฌُุฑَُُّููู ِูู ุงْูู َุถَุงุฌِุนِ
"Dan boikotlah mereka di ranjang-ranjang mereka."
(QS. An-Nisa: 34)
ุงูุญุงูุฉ ุงูุซุงููุฉ: ููู ุงูุงุนุฑุงุถ ุนููุง ูู ุงูู ุถุฌุน، ูุฐุง ุงูุญุงูุฉ ุงูุซุงููุฉ، ูู ุงูุงุนุฑุงุถ ุนููุง ูู ุงูู ุถุฌุน ููู ูุง ููุงู ู ุนูุง، ูููู ููุงู ู ุนูุง ููุง ููุชูุช ุฅูููุง
Keadaan yang kedua, yaitu (suami) berpaling darinya di tempat tidur. Ini keadaan kedua yaitu berpaling darinya di tempat tidur, ada yang mengatakan: "Tidak tidur bersamanya." Ada yang mengatakan: "Tidur bersamanya tapi tidak menoleh kepadanya."
َูุงุถْุฑِุจَُُّููู
"Dan pukullah mereka."
(QS. An-Nisaa: 34)
ุงูุนูุงุฌ ุงูุฃุฎูุฑ، ุงูุถุฑุจ ุบูุฑ ุงูู ุจุฑุญ، ุงูู ุฑุงุฏ ุงูุถุฑุจ ุบูุฑ ุงูู ุจุฑุญ، ุงูุฒูุฌ ูุถุฑุจ ุฒูุฌุชُู، ุฅุฐุง َูุดَุฒَุช، ูุฃุจุช ุฃู ุชุจุฐู ُูู ุญُูู ุนูููุง، ُููู ุฃู ูุนุงูุฌูุง ุจูุฐู ุงูุฎุทูุงุช، ุงูู ูุนุธุฉ؛ ุงููุฌุฑูู ุงูู ุถุฌุน؛ ูู ุขุฎุฑ ุดٍู ุงูุถุฑุจ ูููู ูููู ุถุฑุจًุง ุบูุฑ ู ุจุฑุญ، ูุง ููุณุฑ ุนุธู ًุง ููุง ูุดُّู ุฌูุฏًุง ููุญُุตู ุจู ุงูุชุฃุฏูุจ
Terapi terakhir, memukul yang tidak mencacati. Yang dimaksud dengan pukulan yang tidak mencacati, seorang suami memukul isterinya jika sang isteri durhaka dan tidak mau menunaikan hak suami atasnya. Maka sang suami boleh mengobatinya dengan langkah-langkah ini. Menasihatinya, memboikotnya di tempat tidur, dan yang paling terakhir adalah memukulnya. Akan tetapi pukulan yang tidak mencacati, yang tidak mematahkan tulang, tidak merobek kulit dan dengannya diperoleh maksud untuk mendidiknya.
๐ Sumber || https://www.alfawzan.af.org.sa/ar/node/16018
๐ Kunjungi || http://forumsalafy.net/cara-memperlakukan-seorang-isteri-yang-durhaka-kepada-suami/
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
๐๐๐๐๐๐๐๐๐