✍๐ผ Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah berkata:
ูุง ุฃุญุฏ ูุฒูู ููุณู، ููุง ุฃุญุฏ ูุง ูุฎุงู ู ู ุงููุชูุฉ، ู ุง ุฏุงู ุนูู ููุฏ ุงูุญูุงุฉ ุง๏ปนูุณุงู ู ุนุฑุถ ูููุชูุฉ، ุถََู ุนูู ุงุก ุฃุญุจุงุฑ، ูุฒّูุช ุฃูุฏุงู ูู ، ูุฎุชู ููู ุจุงูุณّูุก ููู ุนูู ุงุก، ูุงูุฎุทุฑ ุดุฏูุฏ، ููุง ูุฃู ู ุง๏ปนูุณุงู ุนูู ููุณู ุฃู ุชูุฒูู ูุฏู ู ูู ุงูุถูุงู.
"Tidak ada seorangpun yang boleh menganggap dirinya suci, dan tidak ada seorangpun yang boleh merasa tidak takut terhadap kesesatan, selama masih hidup seseorang menjadi sasaran kesesatan, telah banyak ulama yang tersesat, kaki mereka telah tergelincir, dan mereka ditimpa su'ul khatimah, padahal mereka ulama. Jadi bahaya yang mengintai sangat besar, dan seseorang tidak bisa merasa aman terhadap dirinya dari tergelincir dalam kesesatan."
๐ I’anatul Mustafid, jilid 1 hlm. 129
๐ Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/928474838062202880
⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy
๐๐๐๐๐๐๐๐๐