Assalamu'alaikum | Members area : Register | Sign in
About me | SiteMap | Arsip | Terms of Use | Dcma Disclaimer

Alamat :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ
Menuntut ilmu merupakan kewajiban atas setiap muslim. [HR. Ibnu Majah, No: 224]

Pondok Pesantren As Sunnah Batu
Dusun Jeding, Junrejo, Kec. Junrejo, Kota Batu, Jawa Timur 65321
Map : https://goo.gl/maps/8DLBKCUjpWayDCpJ8

MAHAD AS SUNNAH
Jl. Ikan Hiu II, Purwodadi, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65142
Map : https://goo.gl/maps/Dip7gM2VoAZ7DtXz6

Mahad As Sunnah Lil Banat (Putri)
Jl. Achmad Yani Gg. II, Blimbing, Kec. Blimbing, Kota Malang, Jawa Timur 65126
Map : https://goo.gl/maps/Gxa7Er7Pj6GyNFHW6


Situs Ulama

Situs Ulama

Site Map - Daftar Isi Blog

Majalah Asy Syariah

Majalah Qudwah

Pengunjung

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.

KARENA DOSA

Jumat, 11 Januari 2019

✋🏻💥‼️☄️ KARENA DOSA

Ada orang bilang, jangan kaitkan bencana dengan dosa. “Dosa tidak bisa dijadikan alat ukur terjadi bencana sebab ada orang atau komunitas lain yang lebih banyak dosanya, justru tidak mendapatkannya.”
“Jadi, adanya gempa bumi atau tsunami, itu adalah bencana dari peristiwa alam.”
“Bencana gempa bumi harus dilihat ilmu geologi. Mereka melihatnya dari sisi lempengan bumi menggerak. Di atas magma di dalam perut bumi. Ada yang ahli di bidang itu,”

Saudaraku, kalau yang mengucapkan kata-kata di atas adalah seorang ateis anti tuhan, akan kami katakan:
Maklumlah, tapi ketika yang mengatakannya adalah seorang muslim, apalagi kiyai, maka ucapannya membuat kita terheran-heran.

Sebagai orang beragama, terutama Islam, kita mengimani bahwa Allahlah Rabb sekalian alam, artinya, Dialah yang menciptakan alam, memilikinya dan mengaturnya.

Aktivitas langit, bumi dan segala sesuatu di alam ini adalah dengan pengaturan Allah, matahari terbit dari timur tenggelam di barat, semua dengan perintah Allah, oleh karenanya, kelak saat Allah perintahkan agar matahari terbit dari barat, iapun taat.

Api membakar, dengan perintah Allah, oleh karenanya, saat Allah perintahkan agar api tidak membakar, iapun taat sehingga tidak membakar Nabi Ibrahim.
Angin datang, angin pergi, menjadi manfaat atau bencana, semua dengan perintah Allah, sehingga ketika Allah perintahkan angin untuk menghancurkan kaum Aad, maka ia taat.

تُدَمِّرُ كُلَّ شَيْءٍ بِأَمْرِ رَبِّهَا فَأَصْبَحُوا لَا يُرَىٰ إِلَّا مَسَاكِنُهُمْ  كَذَٰلِكَ نَجْزِي الْقَوْمَ الْمُجْرِمِينَ

“(Angin) yang menghancurkan segala sesuatu dengan perintah Tuhannya, maka jadilah mereka tidak ada yang kelihatan lagi kecuali (bekas-bekas) tempat tinggal mereka. Demikianlah Kami memberi balasan kepada kaum yang berdosa.” (Surat Al-Ahqaf, Ayat 25)

Kita tidak mengingkari kaitan sebab musabab, lempengan dalam tanah, tanah yang kandungan airnya banyak, dll dari teori-teori ilmu alam. Tapi, siapa yang mengatur sebab musabab tersebut, kalau anda seorang muslim tentu anda akan menjawab, 'Allah'.
Tentu beda dengan jawaban seorang ateis.

Mengapa Allah merubah aturan-Nya pada sebagian kondisi, ombak yang sebelumnya elok dipandang, berubah menjadi dahsyat dan mengerikan. Gunung yang sebelumnya terlihat menawan, berubah menjadi menyeramkan. Bumi yang damai dan tenang bagi penghuninya, berubah menjadi menakutkan. Tanah yang baik menjadi pijakan manusia, berubah, justru menelan mereka. Dulu makmur, kini hancur. Apa sebabnya? Allah telah memberikan jawabannya.

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ [الروم: 41]

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar). (Surat Ar-Rum, Ayat 41)

"Disebabkan karena perbuatan manusia," Maknanya dengan sebab apa yang manusia lakukan dari kemaksiatan dan kekafiran. [Tafsir Ibnu Juzai]

Setelah ayat diatas Allah mengatakan:

قُلْ سِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الَّذِينَ مِنْ قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُمْ مُشْرِكِينَ

Katakanlah: "Adakanlah perjalanan di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang terdahulu. Kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)." (Surat Ar-Rum, Ayat 42)

Ya, mereka diazab karena syirik. Andai manusia senantiasa beriman dan bertakwa kepada Allah, tentu Allah akan perintahkan alam dengan aturan yang membawa berkah, Allah berfirman:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ وَلَٰكِنْ كَذَّبُوا فَأَخَذْنَاهُمْ بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ

"Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya." (Surat Al-A'raf, Ayat 96)

Memang, kita tidak bisa menentukan dan memastikan, bahwa bencana ini sebabnya adalah dosa itu, dst. Akan tetapi, saat  kita melihat dengan nyata bahwa syirik besar banyak terjadi, penyembelihan hewan bukan karena Allah, sesajen itu dilarung ke laut, atau ditanam di tanah. Doa dipanjatkan kepada selain Allah. Rasa takut kepada selain Allah menghantui masyarakat sehingga mereka mendekatkan diri -dengan berbagai ritual- kepada sesuatu yang dianggap penunggu tempat tertentu. Maksiat pun merebak, zina dan segala yang terkait dengannya, LBGT, narkoba, penipuan, riba dan masih banyak lagi yang lain. Banyak pula orang yang melakukan dosa dalam keadaan tidak takut kepada Allah, dosa diremehkan, syariat dilecehkan. Saat itulah datang bencana, apakah kita akan mengatakan bencana itu tidak ada kaitannya dengan dosa?!. Beginikan ucapan seorang muslim yang beriman dengan ayat-ayat Allah?!.
Bukankan Allah berfirman:

فَكُلًّا أَخَذْنَا بِذَنْبِهِ ۖ فَمِنْهُمْ مَنْ أَرْسَلْنَا عَلَيْهِ حَاصِبًا وَمِنْهُمْ مَنْ أَخَذَتْهُ الصَّيْحَةُ وَمِنْهُمْ مَنْ خَسَفْنَا بِهِ الْأَرْضَ وَمِنْهُمْ مَنْ أَغْرَقْنَا ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِنْ كَانُوا أَنْفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

"Maka masing-masing Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu kerikil dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur, dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang Kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (Surat Al-Ankabut, Ayat 40)

Seorang mukmin akan selalu berada dalam keadaan harap dan cemas, ia berharap agar dosa yang dilakukan diampuni, namun disaat yang sama, ia cemas, jangan-jangan dosanya telah menjadi sebab malapetaka. Maka seorang mukmin akan segera introspesi diri dan berbenah dengan bertobat kepada Allah, meninggalkan syirik dan maksiatnya agar tidak kembali terulang musibah tersebut.

Kalau dikatakan, “mengapa mereka yang maksiatnya lebih besar tidak mendapat musibah tersebut, atau bahkan mereka yang di negeri kafir, komunis, ateis tidak terkena musibah tersebut."!?
Perlu kita ingat, tidak selalu ketika seseorang atau suatu kaum berbuat maksiat lalu seketika itu Allah menghukumnya, ada yang Allah tunda, ada yang Allah segerakan, semua sesuai hikmah yang inginkan. Bukankah Allah berfirman:

"Maka serahkanlah (ya Muhammad) kepada-Ku (urusan) orang-orang yang mendustakan perkataan ini (Al Quran). Nanti Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan) dari arah yang tidak mereka ketahui, dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana-Ku amat tangguh." (Surat Al-Qalam ayat 44-45)

Nabipun bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَيُمْلِى لِلظَّالِمِ حَتَّى إِذَا أَخَذَهُ لَمْ يُفْلِتْهُ

“Sesungguhnya Allah benar-benar mengulur-ulur orang yang zhalim, hingga bila Allah mengazabnya Allah tidak kan melepaskannya.” (Sahih, HR al Bukhori)

Maka, kemakmuran orang kafir dan ahli maksiat tidak menunjukkan benarnya perbuatan mereka. Jangan pula dikatakan bencana yang menimpa umat islam bukan karena dosa mereka. Sebab, Allah timpakan bencana terhadap umat Islam, sebagai teguran bagi mereka agar mereka segera kembali kepada Allah dan meninggalkan maksiat. Dan musibah itu menjadi penghapus dosa-dosa mereka yang bertauhid dan beriman dengan benar, sehingga diakhirat mereka tidak lagi diazab.

Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:

أُمَّتِى هَذِهِ أُمَّةٌ مَرْحُومَةٌ لَيْسَ عَلَيْهَا عَذَابٌ فِى الآخِرَةِ عَذَابُهَا فِى الدُّنْيَا الْفِتَنُ وَالزَّلاَزِلُ وَالْقَتْلُ

“Umatku adalah umat yang disayangi, tidak akan manimpa umatku azab (berat) di akhhirat. Azabnya di dunia, ujian ujian, gempa-gempa bumi dan pembunuhan." (Sahih, HR Abu Dawud, disahihkan oleh Syaikh Al Albani)

Semoga Allah selamatkan kita dari murka-Nya

✍🏻 Ditulis Oleh: Qomar Zaenudin Abdullah Lc

🌏 Kunjungi || http://forumsalafy.net/karena-dosa/

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

SEMUA MUSIBAH ADALAH HUKUMAN ATAS SEBAGIAN KECIL SAJA DARI DOSA-DOSA YANG KITA LAKUKAN

Sabtu, 08 Desember 2018

💥⚠️⛔️🔥 SEMUA MUSIBAH ADALAH HUKUMAN ATAS SEBAGIAN KECIL SAJA DARI DOSA-DOSA YANG KITA LAKUKAN

Allah Ta'ala berfirman:

وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ.

"Musibah apa saja yang menimpa kalian adalah akibat perbuatan tangan (dosa-dosa) kalian, dan Allah memaafkan sekian banyak dosa-dosa yang lainnya." (QS. Asy-Syura: 30)

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/forumsalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎💎

SEKECIL APAPUN MUSIBAH ADALAH AKIBAT DOSA

Jumat, 05 Oktober 2018

Asma' bintu Abi Bakr radhiyallahu anhuma pernah ditimpa pusing, lalu dia meletakkan tangannya di kepalanya dan mengatakan:

بذنبي، وما يغفر الله أكثر.

"Ini adalah akibat dosaku, dan yang diampuni oleh Allah lebih banyak."

📚 Thabaqat Ibnu Sa’ad, jilid 8 hlm. 252

🌍 Sumber || https://twitter.com/fzmhm12121/status/865698762748047360

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

APAKAH DIHAPUSKANNYA DOSA PADA PUASA ARAFAH ITU UNTUK DOSA BESAR ATAUKAH DOSA KECIL?

Kamis, 04 Oktober 2018

✍🏻  Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah berkata:

صيام يوم عرفة يكفر السنة التي قبله والتي بعده بالنسبة للصغائر. فقط أما الكبائر فلا بد فيها من توبة مستقلة

"Puasa hari Arafah itu menghapuskan dosa satu tahun yang lalu dan satu tahun setelahnya khusus dosa-dosa kecil saja, adapun dosa besar maka itu harus dengan taubat tersendiri."

[Fatawa Nur ala Ad-Darbi]

🌏 Sumber || http://cutt.us/WRFgL

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

JANGAN MEREMEHKAN DOSA

✍🏼 Bilal bin Sa’ad rahimahullah berkata:

لا تنظر إلى صغر الخطئية، ولكن انظر من عصيت.

"Jangan melihat kecilnya dosa, tetapi lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat!"

📚 Shahih, diriwayatkan oleh Ibnul Mubarak dalam kitab az-Zuhd, hlm. 71

🌍 Sumber || https://twitter.com/Arafatbinhassan/status/864610133351043072

⚪️ WhatsApp Salafy Indonesia
⏩ Channel Telegram || http://telegram.me/ForumSalafy

💎💎💎💎💎💎💎💎💎

MUSIBAH YANG MELANDA AKIBAT DOSA-DOSA HAMBA

Sabtu, 22 September 2018

✋🏼💥⚡️📢 MUSIBAH YANG MELANDA AKIBAT DOSA-DOSA HAMBA

💺 Disampaikan oleh: Al-Ustadz Luqman Ba'abduh hafizhahullah
🕌 Di Masjid Mahad As-Salafy Jember

📅  6 Muharram 1440 H / 16 September 2018 M
.....................

📥📀 unduh audio
Durasi (39:31) = 11 MB
Link https://bit.ly/2NQdgIt

•••••••••••••••••••••
🌠📝📡 Majmu'ah Manhajul Anbiya
📟▶ Join Telegram https://telegram.me/ManhajulAnbiya
💻 Situs Resmi http://www.manhajul-anbiya.net

~~~~~~~~~~~~~~~~~

Ta'awwun Pembangunan Asrama Putra Ponpes as Sunnah Junrejo Batu

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

الحمد لله رب العالمين والصلاة والسلام على رسول لله وعلى آله وصحبه اجمعين. أما بعد

Dengan berjalan nya waktu, alhamdulilah jumlah santri semakin bertambah banyak dan dengan ini menuntut kita dari panitia untuk menambah sarana dan prasarana bagi santri terutama Asrama ( untuk tempat tinggal mereka ).

Oleh karena itu kami menghimbau segenap kaum muslimin untuk ikut berdo'a dan berta'awun dalam program Pembangunan Asrama Putra Tahap 1 dari 6 Tahap yang direncanakan insyaallah.

Adapun kebutuhan anggaran tahap awal untuk pembangunan Tahap 1 Kurang Lebih sebesar Rp. 406.000.000,-

Dan juga kami mengajak kaum muslimin untuk berlomba-lomba bershadaqah jariyah dengan mengharap ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Bagi yang ingin bershadaqah jariyah dalam bentuk uang bisa ditransfer melalui:

Rekening Ta'awun Pembangunan Ponpes As-Sunnah Junrejo Batu

BCA: 8160790912
MANDIRI: 144-00-1271599-8
a/n A. Ruzano Sjofka

Dan dimohon konfirmasi setelah ada pengiriman ke Abu Abdillah Fauzan :081252258108

Bagi yang ingin bershodaqoh jariyah berupa Uang Tunai atau Material Bangunan serta RAB secara detail bisa langsung menghubungi panitia:
Abu Ammar Lutfi Bajuber 081233240961
Abu Abdillah Fauzan 081252258108
Abu Mush'ab Faishol 081334415668

Atas do'a dan ta'awun antum semua kami ucapkan Jazaakumullahu khairan wa Baarakallahu fiikum

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mengetahui :
Asatidzah Pembina Ponpes As-sunnah :
▪Al Ustadz Usamah bin Faisol Mahri
▪Al Ustadz Ahmad Khodim
▪Al Ustadz Abdusamad Bawazir

Panitia Pembangunan Ponpes As-sunnah Junrejo Batu